Home » ijrsh'S HOT TIPS » Cara Penghitungan dan Simulasi Kursi DPR

Cara Penghitungan dan Simulasi Kursi DPR

Jangan pilih kucing dalam karung. Pertanyaanya: "ada ga kucingnya?". Silahkan googling nama para caleg, lalu copaskanlah hasil pencarianmu pada halaman para caleg tersebut. Komentar dan TESTIMONI berupa Kesaksian Rekam Jejak Caleg akan sangat berguna serta dapat menjadi petunjuk bagi para pemilih yang buta caleg maupun parpol. Komentar disertai Promo dan atau HP, Email adalahSPAM (terblokir).

Komentar - Komentar Terblokir

Statistic Content & Rating Caleg

PENDIDIKAN POLITIK PUBLIK

 

I. PENDAHULUAN

Penentuan perolehan Kursi DPR untuk Pemilu 2009 berbeda dengan Pemilu 2004, hal ini disebabkan adanya ketentuan Parliament Threshold (PT). Pada Pemilu 2009, parpol yang mendapatkan kursi DPR adalah parpol yang memperoleh PT sebesar 2,5 % ; yakni perolehan suara sah parpol tersebut, minimal mencapai 2,5 persen dari total suara sah pemilih.

Misalkan saja pada Pemilu 2009 :

  • Jumlah Pemilih Terdaftar (DP4) untuk pemilu DPR sebanyak 177.000.000 orang pemilih
  • Dari DP4 ini (misalkan saja, yang menggunakan hak suara/yang datang ke TPS serta cara mencentang surat suara secara benar adalah 70 % dari DP4), sehingga suara sah nasional menjadi 123.900.000 suara (pemilih)

Berdasarkan data tersebut, bila suatu Parpol tidak mencapai perolehan suara minimal 2,5 % dari suara sah nasional atau sebesar 3.097.500 suara, maka parpol tersebut tidak akan memperoleh kursi DPR untuk daerah pemilihan (dapil) manapun. Karena memang parpol tersebut tidak akan dilibatkan lagi dalam penghitungan kursi DPR.

Uraian diatas, jelas diatur dalam UU No. 10 Tahun 2008 tentang Pemilu DPR, DPD, DPRD, bunyinya sebagai berikut (bold oleh ijrsh) :

Pasal 202

(1) Partai Politik Peserta Pemilu harus memenuhi ambang batas perolehan suara sekurang-kurangnya 2,5 % (dua koma lima perseratus) dari jumlah suara sah secara nasional untuk diikutkan dalam penentuan perolehan kursi DPR.

(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku dalam penentuan perolehan kursi DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota

Pasal 203

(1) Partai Politik Peserta Pemilu yang tidak memenuhi ambang batas perolehan suara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202 ayat (1), tidak disertakan pada penghitungan perolehan kursi DPR di masing-masing daerah pemilihan.

(2) Suara untuk penghitungan perolehan kursi DPR di suatu daerah pemilihan ialah jumlah suara sah seluruh Partai Politik Peserta Pemilu dikurangi jumlah suara sah Partai Politik Peserta Pemilu yang tidak memenuhi ambang batas perolehan suara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202 ayat (1).

(3) Dari hasil penghitungan suara sah yang diperoleh partai politik peserta pemilu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) di suatu daerah pemilihan ditetapkan angka BPP DPR dengan cara membagi jumlah suara sah Partai Politik Peserta Pemilu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dengan jumlah kursi di satu daerah pemilihan.

II. PENGHITUNGAN KURSI DPR

Untuk Penghitungan kursi DPR, sebagaimana diatur dalam Pasal 203 ayat 2 & 3 diatas, maka dilakukan inventarisasi 34 parpol (pasca putusan MK – menjadi 38 parpol) peserta Pemilu 2009 menjadi 2 kategori yakni parpol yang memenuhi PT (kita sebut : Parpol PT), dan parpol yang tidak memenuhi PT (Parpol Non PT). Dari hasil inventarisasi ini maka didapatlah penentuan BPP disuatu dapil.

Adapun tahapan menuju penentuan BPP disuatu dapil adalah sebagai berikut :

1. Penentuan Suara Sah

Suara sah adalah suara sah Parpol PT dikurangi Parpol Non PT. Misal diperoleh sejumlah x suara, maka x suara tersebutlah yang disebut sebagai Suara Sah Partai Politik Peserta Pemilu

2. Penentuan BPP

BPP didapat dengan membagi Suara Sah dengan jumlah kursi di suatu dapil.

Misal untuk dapil Jabar I (meliputi TPS se Kota Bandung & Kota Cimahi) ditetapkan kuota 7 Kursi DPR (lampiran UU Pemilu), maka BPP di Jabar I adalah x/7.

3. Setelah angka BPP disuatu dapil diperoleh, maka selanjutnya ditentukan jumlah kursi yang didapat oleh masing-masing Parpol PT didapil tersebut.

III. PENETAPAN PEROLEHAN KURSI DPR

Penetapan perolehan kursi DPR diatur dalam Pasal 206, Pasal 207, Pasal 208, Pasal 209 , Pasal 210, dan Pasal 211. Penetapan perolehan kursi tersebut terdiri atas beberapa tahap (bila masih terdapat sisa kursi), yakni :

a. Tahap I (pasal 207 ayat 3)

Dengan membagi jumlah suara sah yang diperoleh suatu Partai Politik Peserta Pemilu di suatu daerah pemilihan dengan BPP

b. Tahap II (pasal 207 ayat 4)

Dengan cara membagikan jumlah sisa kursi yang belum terbagi kepada Partai Politik Peserta Pemilu yang memperoleh suara sekurang kurangnya 50% (lima puluh perseratus) dari BPP.

c. Tahap III (pasal 207 ayat 5)

Dengan cara seluruh sisa suara Partai Politik Peserta Pemilu dikumpulkan di provinsi untuk menentukan BPP baru.

d. Tahap IV (pasal 208)

Dengan cara membagikan jumlah sisa kursi kepada Partai Politik Peserta Pemilu yang memiliki sisa suara terbanyak di provinsi satu demi satu berturut-turut sampai habis.

e. Tahap V (pasal 209)

Dalam hal masih terdapat sisa kursi yang belum terbagi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208 dan sisa suara partai politik peserta pemilu sudah terkonversi menjadi kursi, maka kursi diberikan kepada partai politik yang mempunyai akumulasi perolehan suara terbanyak secara berturut-turut di provinsi yang bersangkutan

NB : Tahapan sebagaimana Poin c,d, dan e hanya dialokasikan kepada daerah pemilihan yang masih memiliki sisa kursi.


IV. PENETAPAN CALON TERPILIH

Selanjutnya ditentukan Daftar Caleg (Partai PT). Adapun calon legislatif (caleg) yang terpilih dalam suatu parpol adalah calon yang memenuhi sekurang-kurangnya 30 % dari BPP, dengan ketentuan (Pasal 214 ayat 1) sebagai berikut :

a. Calon terpilih adalah calon yang memperoleh suara sekurang-kurangnya 30% BPP (misal kita sebut : caleg 30%)

b. Bila jumlah caleg 30% lebih banyak dari jumlah kursi yang diperoleh parpol tersebut, maka kursi diberikan kepada calon yang memiliki nomor urut lebih kecil

c. Bila terdapat dua caleg 30% BPP,dengan perolehan suara yang sama, maka calon terpilih diberikan kepada calon yang memiliki nomor urut lebih kecil

d. Bila caleg 30% jumlahnya kurang dari jumlah kursi yang diperoleh parpol, maka kursi yang belum terbagi diberikan kepada calon berdasarkan nomor urut

e. Dalam hal tidak ada calon yang memperoleh suara sekurang-kurangnya 30% BPP (kita sebut : parpol non caleg 30%), maka calon terpilih ditetapkan berdasarkan nomor urut

NB : Dari Sini Terlihat NOMOR URUT Caleg Sangat Menentukan (BERPERAN)

V. SIMULASI PENGHITUNGAN PEROLEHAN KURSI DAN CALEG TERPILIH

Berdasarkan uraian diatas sekarang akan disimulasikan cara perolehan kursi DPR dan Caleg Terpilih suatu Parpol. Simulasi ini bertujuan untuk memahami bagaimana penetapan BPP, bagaimana perolehan kursi suatu parpol serta bagaimana penetapan caleg terpilih dari parpol – parpol pada pemilu DPR 2009.

SIMULASI MENGGUNAKAN DATA PARPOL & PEROLEHAN SUARA PARPOL HASIL PEMILU 2004 (DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT I–DAPIL JABAR I).

Untuk mengetahui bagaimana penetapan BPP, bagaimana perolehan kursi suatu parpol serta bagaimana penetapan caleg terpilih dari suatu parpol, maka langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

a. Inventarisasi parpol PT dan Parpol Non PT secara nasional

Pemilu 2004 terdiri atas 24 parpol, dengan perolehan suara nasional sebagai berikut :

(Bagan 1) Perolehan Suara Nasional 24 Parpol Pada Pemilu 2004

(Bagan 1) Perolehan Suara Nasional 24 Parpol Pada Pemilu 2004

Dari data diatas maka terdapat 8 parpol yang memenuhi PT 2,5 % (Parpol PT), yaitu Partai Golkar, PDIP, PKB, Demokrat, PKS, PAN, PPP, PBB. Maka siapa yang mengisi kursi DPR (sistem Pemilu 2009) adalah caleg yang berasal dari ke-8 parpol ini saja, sementara 18 parpol lainnya otomatis tersisih ke gedung senayan (DPR).

b. Penghitungan Perolehan Kursi Parpol PT dan caleg terpilih parpol tersebut disuatu dapil

Berikut hasil perolehan suara untuk Dapil Jabar I pada Pemilu 2004 :

(Bagan 2) Perolehan Suara 24 Parpol Dapil Jabar I Pada Pemilu 2004

(Bagan 2) Perolehan Suara 24 Parpol Dapil Jabar I Pada Pemilu 2004

c. Langkah Berikutnya (Menentukan suara sah & BPP di Dapil Jabar I)

Dari data diatas diperoleh jumlah suara Parpol PT sebesar 1.369.009 dan jumlah suara Parpol Non PT sebesar 182.503, maka Suara Sah adalah (jumlah suara Parpol PT – jumlah suara Parpol Non PT) maka diperoleh 1.186.506

BPP adalah jumlah suara sah dibagi dengan jumlah kursi. Sesuai lampiran UU Pemilu 10 tahun 2008 ditentukan untuk Dapil Jabar I jumlah kursi adalah 7, maka BPP Dapil Jabar I adalah 1.186.506 dibagi 7, diperoleh angka BPP sebesar 169.500

d. Menentukan perolehan kursi Parpol PT

Dari BPP diatas dapatlah ditetapkan jumlah perolehan kursi suatu parpol, menjadi sebagai berikut :

(Bagan 3) Perolehan Kursi Tahap I & II Dapil Jabar I Pada Pemilu 2004

(Bagan 3) Perolehan Kursi Tahap I & II Dapil Jabar I Pada Pemilu 2004

e. Menentukan Daftar Caleg Terpilih

Dari data diatas, maka ke-7 kursi DPR dari Dapil Jabar I diperoleh oleh 5 parpol PT, yakni Golkar (2 Kursi), PKS (2), PDIP (1), Demokrat (1), serta PAN (1). Langkah selanjutnya adalah menentukan caleg terpilih dari ke-5 parpol tersebut, menjadi sebagai berikut :

(Bagan 4) Caleg Terpilih DPR Dapil Jabar I Pada Pemilu 2004

(Bagan 4) Caleg Terpilih DPR Dapil Jabar I Pada Pemilu 2004

NB : DAFTAR CALEG DARI KESELURUHAN PARPOL DI DAPIL JABAR I UNTUK DPR TIDAK ADA YANG MEMENUHI 100% BPP (169.500 suara).

Inilah perolehan suara seluruh Caleg dari ke-8 Parpol PT Dapil Jabar I :

  • Perolehan Kursi DPR RI & Caleg Terpilih Pemilu 2004 Dapil Jabar I (Penghitungan dgn Sistem UU Pemilu 2003)
(Bagan 5)Perolehan Kursi DPR RI & Caleg Terpilih Pemilu 2004 Dapil Jabar I (Penghitungan Dgn Sistem UU Pemilu 2003)

(Bagan 5)Perolehan Kursi DPR RI & Caleg Terpilih Pemilu 2004 Dapil Jabar I (Penghitungan Dgn Sistem UU Pemilu 2003)

  • Perolehan Suara Caleg DPR RI Partai PT (Data Pemilu 2004 Dapil Jabar I, dengan sistem UU Pemilu No. 10 Tahun 2008)
(Bagan 6) Perolehan Kursi DPR RI & Caleg Terpilih (Data Pemilu 2004) Dapil Jabar I (Simulasi Dgn Sistem UU Pemilu 2008)

(Bagan 6) Perolehan Kursi DPR RI & Caleg Terpilih (Data Pemilu 2004) Dapil Jabar I (Simulasi Dgn Sistem UU Pemilu 2008)

Agar Caleg otomatis terpilih, maka perolehan suara caleg harus mencapai SEKURANG-KURANGNYA 30 % BPP = 50.580 suara (sistem Pemilu 2009)

Untuk melihat lebih jelas perolehan suara seluruh Caleg dari ke-8 Parpol PT Dapil Jabar I diatas, klik-disini (format pdf). Atau mendapatkan artikel ini secara lengkap dalam format PDF : Buka Halaman BELAJAR, lihat poin D. PEMILU nomor 3. SIMULASI cara-penghitungan-perolehan-kursi-dpr-pemilu-2009

VI. KESIMPULAN

Untuk Pemilu DPR pada Pemilu 2009, hal-hal yang mendasar untuk dipahami adalah :

  1. Prasyarat Parpol agar dapat menempatkan wakilnya atau caleg-nya di DPR RI, haruslah memperoleh suara sah 2,5 % dari jumlah keseluruhan suara sah nasional pemilu DPR (sistem 2,5 % PT)
  2. Sistem 2,5 % PT tidak berlaku untuk Pemilu DPRD (Povinsi & Kab/Kota)
  3. Parpol yang tidak masuk kategori 2,5 % PT (Parpol Non PT), suaranya akan hangus atau tidak terwakilkan di DPR RI
  4. Prosedur penentuan caleg terpilih didapat dengan sebelumnya melalui proses :
    1. Pemisahan Parpol (di tingkat nasional) berdasarkan prasyarat 2,5 % PT, sehingga terdapatlah Parpol PT (berhak senayan) dengan Parpol yang ter-eleminasi yakni Parpol Non PT
    2. Penentuan BPP (di tingkat dapil) dengan cara membagi suara sah (jumlah suara Parpol PT dikurangi jumlah suara Parpol Non PT di suatu dapil) dengan jumlah alokasi kursi di dapil tersebut
    3. Penentuan Jumlah Kursi Parpol PT (di tingkat dapil) yang terbagi atas BPP di dapil tersebut (TAHAP I); bila terdapat sisa kursi dilakukan TAHAP II (sistem rangking); selanjutnya sisa suara akan dipakai untuk penghitungan TAHAP III, yaitu sisa suara Partai Politik Peserta Pemilu dikumpulkan di provinsi untuk menentukan BPP baru guna mengisi sisa kursi di dapil lainnya dalam provinsi yang bersangkutan; bila kursi masih tersisa dilakukan TAHAP IV dengan cara membagikan jumlah sisa kursi kepada Partai Politik Peserta Pemilu yang memiliki sisa suara terbanyak di provinsi satu demi satu berturut-turut sampai habis; dalam hal masih terdapat sisa kursi yang belum terbagi dan sisa suara partai politik peserta pemilu sudah terkonversi menjadi kursi, maka kursi diberikan kepada partai politik yang mempunyai akumulasi perolehan suara terbanyak secara berturut-turut di provinsi yang bersangkutan (TAHAP V)
    4. Terakhir pengalokasian kursi kepada caleg yang memenuhi sekurang-kurangnya 30 % BPP, bila terdapat berbagai variasi maka nomor urut menjadi acuan.
  5. Nomor Urut Caleg masih menjadi penentu alias menjadi solusi terhadap berbagai variasi yang terjadi terkait jumlah suara sama-sama mencapai sekurang-kurangnya 30 % BPP atau sama sekali tidak ada yang mencapai 30 % BPP diantara caleg se-parpol dan se-dapil.
  6. Yang menetapkan Caleg Terpilih DPR adalah KPU Pusat berdasarkan UU Pemilu 2009 No. 10 Tahun 2008, bukan DPP suatu Parpol berdasarkan Mekanisme Internal Parpol yang bersangkutan.
  7. Sepanjang UU Pemilu 2009 No. 10 tahun 2008 tidak direvisi (diubah), maka sistem nomor urut caleg masih berperan dan sangat menentukan.

Kiranya Tulisan ini bermanfaat

14 Juli 2008, Salam Berbagi-IJRSH.

Direktur Cross Institute-Bandung

 

RALAT :

  • Penentuan BPP adalah Partai PT – Partai non PT : Kursi yg tersedia di suatu Dapil. Harusnya adalah Jumlah seluruh suara Partai Politik peserta pemilu – Partai non PT : Jumlah kursi yg tersedia di suatu Dapil (pasal 203 (2) UU No.10 Tahun 2008)
  • Pasal pada Tahap I, Tahap II perhitungan kursi bukan pasal 207 tapi pasal 205 (3), 205 (4).

Terima kasih untuk Bang Kustalani, SH (lihat komentar)

UPDATE Cara Perhitungan Kursi & Simulasi Pemilu Legislatif

Berlaku sejak Selasa, 23 Desember 2008, MK membatalkan ketentuan Penetapan Caleg Terpilih Pemilu 2009 berdasarkan sistem 30% BPP dan atau Sistem Nomor Urut sebagaimana yang diatur dalam Pasal 214 poin a, b, c, d, dan e. Selanjutnya MK menetapkan Sistem Suara Terbanyak untuk menentukan calon legislatif terpilih di pemilu 2009 pada semua tingkatan (DPR, DPRD Provinsi & DPRD Kab/Kota).

Detail klik disini DETAIL KLIK DISINI Detail klik disini

Senang sekali berkenalan dengan anda

KLIK melihat atau isi daftar tamu

KENALI CALEG PILIHANMU 

ijrsh, live to share

       Bacaan Terkait/Aplikasi Pemilu 2014:

number of visitors

Free Hit Counters


37 Comments

  1. ratna ariani says:

    Tx untuk pencerahannya terutama simulasinya, saya bisa lebih memahami tata laksana UU no 10/2008. Salam kenal dari jakarta.
    Ratna

    ijrsh : @ratna ariani
    salam kenal kembali, kalo kebandung bisa diskusi lebih banyak lagi tentang pemilu 2009

  2. yayan says:

    haturnuhun,….sy jadi tahu..posisi untuk olokasi kursi di DPR

    tx u

    ijrsh : @yayan
    salam kenal kang…, semoga bermanfaat

  3. Lely Zailani says:

    Thanks informasinya Kang…
    Untuk tekhnis tata cara pengikutngan suara dan perolehan jumlah kursi DPR/DPRD, apakah KPU sudah membuat peraturannya ?
    Bisa dishare juga nggak Kang ? tampaknya saya dan kawan-kawan di Sumut memerlukannya dengan cepat nih !
    Oya, saya juga sering ke Bandung, karena kebetulan saat ini sedang punya tempat kerja di Daerah Cigadung.

    Salam, dari Sumatera Utara.

    Lely

    ijrsh : @Lely Zailani
    Sama-sama Lely…, semoga informasi cara penghitungan ini bermanfaat.

    KPU belum membuat peraturan cara penghitungan perolehan kursi, setahu aku sepertinya hal tersebut mekanisme internal kpu saja. Bagaimana cara penghitungan perolehan kursi bisa dilihat di UU No. 10 Th. 2008 tentang pemilu (atau buka hal. PEMILU 2009 pada blog ini) di 34 pasal-ringkasan UU pemilu 2009 or KLIK DISINI

    Aku orang medan (tapi bolehlah dipanggil akang, hehe..), kalo ke bandung kontak-kontak saja or email ke raja.rajagukguk@gmail.com, nanti bisa diskusi lebih lengkap.

    Salam buat kawan-kawan di Sumut
    HORAS…

  4. IVAN YULIANTO says:

    tolong bantu untuk menghitung target suara di dapil ii dki jakarta untuk dprd khususnya jakarta selatan,…tks

    ijrsh : @IVAN YULIANTO
    Sistem Perolehan Kursi untuk Pemilu DPRD sistemnya sama dengan Pemilu 2004, yakni tahap pertama sistem BPP, bila terdapat sisa kursi maka selanjutnya dibagikan kepada parpol seluruhnya berdasarkan sistem peringkat/rangking.

    Pedoman untuk target suara agar sukses Pemilu di DPRD DKI dengan dapil 2 Jaksel pada Pemilu 2009 adalah :
    1. Tentukan BPP didapil 2 dengan cara membagi Jumlah Pemilih didapil tsb dengan jumlah kursi yang sudah ditetapkan oleh KPUD DKI
    2. Pada 31 Oktober nanti akan ditetapkan DCT, seberapa banyak jumlah caleg di dapil DKI 2 tersebut, hal ini untuk memperkirakan penyebaran suara
    3. Lihat Peta Politik di Dapil tsb pada Pemilu 2004 siapa saja parpol besar dan berapa persentase kursi raihan mereka, dengan demikian sisanya (kursi) akan diperebutkan oleh parpol menegah/kecil/baru.

    Data-data tersebut dapat diperoleh di KPU, sayang saya tidak memiliki datanya jadi tidak bisa secara spesifikasi untuk bahan analisa.

    Sekian dulu kalo saya sudah memiliki datanya saya akan tulis (posting) di blog ini…
    Semoga Sukses

  5. nirmala says:

    Abang Indra yg Baikhati, terima kasih telah berbagi semoga jadi amal kebajikan yang berarti. Bisa gak saya dibantu untuk menghitung jumlah suara yang harus saya dapatkan bila ingin menjadi anggota DPRD Tk I Jabar dari Dapil 4 Jabar (Kota Bogor dan Kab. Bogor). Thanks a lot. GBU.

    ijrsh : @nirmala
    Terimakasih kembali mbak…, sebelumnya sukses telah menjadi bacaleg (parpol apa ya?), semoga tgl 31 Okt 2009 nanti ditetapkan dalam DCT, HIDUP PEREMPUAN….!!!

    Sebagai referensi bahwa pada pemilu 2004 terkait Pemilu DPRD Provinsi Dapil Jabar IV (Kota/Kab. Bogor) sbb :
    Jumlah Kursi : 12
    Jumlah Suara Sah : 2.393.966
    Dari sini didapatlah BPP (jumlah suara untuk 1 kursi) = 199.497.

    Sehingga Untuk Pemilu 2008, mbak bisa membuat perhitungan untuk meraup suara, ya tidak jauh dari angka tersebut diatas, atau 30 % dari BPP sehingga menjadi 59.849.

    Nah sebaiknya mbak cek saja ke KPU berapa jumlah pemilih (DP4) di Dapil tsb untuk pemilu 2009, selanjutnya kurangkan dengan golput plus yang tidak datang ke TPS pada saat pemilu ( 9 April 2009) nanti (prediksi mungkin 20% s/d 30%). Dari angka yang didapat tersebut bagilah dengan jumlah kursinya (Dapil IV tetap 12 Kursi untuk Pemilu 2009)

    Nah setelah mbak dapatkan angka BPP Dapil Jabar IV untuk pemilu DPRD Provinsi 2009 tersebut. Langsung kalikan 30%. Nah angka akhir inilah menjadi target suara pribadi yang harus mbak peroleh untuk aman sehingga terpilih nantinya.

    Sebagai Catatan : Pada Pemilu 2004 yang lalu ke-12 kursi tersebut diraih oleh GOLKAR (3), PDIP (2), PKS (2), PPP (2),DEMOKRAT (1), PAN (1), PKPB (1).

    Nah, pada pemilu 2009 nanti jumlah parpol sebanyak 38, sehingga perebutan 12 kursi tersebut akan lebih menarik dan sangat kompetitif. Prediksi saya bahwa Golkar, PDIP, PKS dan PPP akan tetap berjaya. Sisanya (kursi) barangkali akan diperebutkan oleh DEMOKRAT, PAN, PKPB (parpol lama) dengan parpol baru : HANURA, GERINDRA, PMB, dll.

    Kalo mbak tidak masuk kategori parpol diatas, peluang masih ada, asal mbak berstrategi yang tepat dalam marketing politik, pencitraan, dlsb-nya.

    Demikian dulu mbak ntar jadi kepanjangan lagi, tulisan jadi membosankan. Kalo mbak berdomisili di Bandung or lagi di Bandung, kita bisa kaji lebih detail lagi…

    Selamat Berjuang, Sukses buat mbak Nirmala
    salam berbagi, ijrsh

  6. Roddi Pollo says:

    Syalom, Bung.
    Beta berasal dari Kupang, NTT, pernah aktif di GMKI Kupang (Ketua Cabang 1990-1991 dan Korwil PP GMKI 1990-1992). Sekarang sebagai Ketua DPD GAMKI NTT. Trims atas infonya, karena sangat membantu sebagai referensi bagi para yunior GMKI dan GAMKI. Semua kita prihatin dengan peristiwa “Salemba Agustus 2008″ dan mendukung secara moral. Kami sedang mempersiapkan forum sebagai respon terhadap peristiwa tersebut atas nama GMKI dan GAMKI. Kami juga siap mendukung secara finansial Sidang Pleno PP GMKI. Teriring salam dan doa tulus: Ut Omnes Unum SInta. Ora et labora (Obor). (Roddi Pollo)

    ijrsh : @Roddi Pollo
    Syalom…Kakanda Oddi

    Saya (Raja, Sekcab GMKI Bandung 2001-2003) sangat mengenal kakanda (walau sebaliknya kakanda tidak kenal saya, haha…), karena sewaktu di Kongres GMKI Kupang tahun 2006 saya juga datang sebagai kandidat sekum tetapi mengundurkan diri karena dinamika kongres saat itu dan Bung Lifelein juga mundur sebagai kandidat Ketum pasangan /paket saya.

    Selanjutnya pada 2007, Kakanda sangat vokal pada Rakernas GAMKI di Jakarta. Kemudian kita bertemu di Kongres GAMKI di Medan, dimana saya bersama rombongan berjuang mensukseskan pasangan Audy Wuisang-Lukman Doloksaribu, tetapi kalah juga, haha…

    Terkait Salemba 10, saya setuju kita harus merebut kembali, karena Salemba 10 adalah tanah sejarah perjuangan dan pergerakan serta candradimuka penggodokan kader pejuang kekristenan untuk kebangasaan di Bumi nusantara.

    Dari Bandung sampaikan salam saya dengan kakak & ussy senior GMKI-GAMKI di Kupang-NTT (edjben doeka, jhon pering-ningsih lema, dlsb)

    Akhirnya Hidup NTT..Nanti Tuhan Tolong…haha…

    Syalom -ut omnes unum sint-

    http://ijrsh.wordpress.com

    ijrsh-hidup untuk berbagi, ora et labora.

  7. Lely Zailani says:

    Alaa maakk…orang Medan juga rupanya ! Horas Lae !
    Terimakasih komentarnya “kang”. Saya dan kawan-kawan lagi belajar menangkap momentum politik 2009 ini, dari “operator politik” tahun 2004, sekarang mau menjadi “aktor politik” aja, he…he…meskipun harus numpang numpang pake perahu Riyas Rasyid (PDK). Soalnya dari tahun 2005 lalu bersama kawan-kawan NGO dan Organisasi Rakyat bikin parpaol sendiri Partai Perserikatan Rakyat, nggak lulus verifikasi.
    Beberapa bahan dari blogmu ini aku ambil (tentu dengan menyebutkan sumbernya) untuk bahan diskusi merancang strategi pemenangan pada pencalegan nanti. Boleh kan ?
    Oya, kalau kapan-kapan ke Medan, kontak aku ya, bisa kasi materi seputar Pemilu 2009 pada kawan-kawan di Sekretariat Bersama Organisasi Rakyat Independen (Sekber ORI) Sumut.

    Jabat Erat…..Horas!!!
    Lely Zailani

    ijrsh : @lely zailaini
    Selamat dan semoga sukses pada Pemilu 2009 nanti melalui PDK, aku setuju bila kawan-kawan aktivis masuk ke politik praktis dan kelak menjadi politisi yang pro rakyat.

    Silakan saja bahan di blog ini diambil (tentu dengan menyebut sumber), memang blog ini aku buat sebagai partisipasi pribadi aku untuk pendidikan politik dan pemilu 2009, sepanjang apa yang aku bisa dan kuasai, akan aku bagikan lewat blog ini.

    Kalo aku ke Medan, muda-mudahan dapat berbagi ilmu dan pengalaman untuk kawan-kawan di SEKBER ORI Sumut, BTW kontak kamu (hp, email) bisa dikirim lewat blog ini or emailku ke raja.rajagukguk@gmail.com atau radja_indra@yahoo.com

    Salam dengan Kawan2 disana, HORASS…
    IJRSH

  8. sofiyar says:

    bang, tolonglah jelaskan bagaimana mekanisme penetapan BPP tahap II di dprd kabupaten /kota
    tolong ya bang penjelasannya

    ijrsh : @sofiyar
    salam kenal ya..sebelumnya

    “Mekanisme penetapan BPP tahap II di DPRD Kabupaten/Kota ???”

    Mungkin maksud pertanyaan kamu adalah penetapan penghitungan kursi tahap II untuk pemilu DPRD Kab/Kota, karena untuk pemilu DPRD Kab/Kota (termasuk provinsi) tidak mengenal BPP tahap II (sebagaimana Pemilu DPR RI). Pemilu DPRD Kab/Kota di 2009 nanti sistemnya masih sama dengan Pemilu 2004. Yakni sistem Hamilton (rangking). Tahapannya sebagai berikut :

    a.TAHAP I
    Untuk parpol yang terbagi oleh BPP, yakni perolehan suara parpol tersebut disuatu dapil mencapai atau melebihi BPP.

    Caleg terpilih adalah yang memenuhi sekurang-kurangnya 30 % BPP (bila tidak ada daftar caleg yang mencapai 30 % BPP maka berlaku sistem nomor urut terkecil), dst (sesuai pasal 214 (1) poin b,c,d & e UU Pemilu No. 10 Tahun 2008)

    b.TAHAP II
    Berdasarkan rangking perolehan suara parpol, yakni perolehan suara parpol disuatu dapil (termasuk didalamnya parpol yang tidak mencapai BPP).

    Parpol pastilah sulit mencapai BPP sehingga akan terdapat sisa kursi. Nah untuk mengisi sisa kursi tersebut dilakukan penghitungan TAHAP II diambil dari caleg parpol-parpol berdasarkan urutan perolehan suara parpol (secara rangking) sampai kursi terbagi semuanya.

    Caleg terpilih adalah yang memenuhi sekurang-kurangnya 30 % BPP (bila tidak ada daftar caleg yang mencapai 30 % BPP maka berlaku sistem nomor urut terkecil), dst (sesuai pasal 214 (1) poin b,c,d & e UU Pemilu No. 10 Tahun 2008)

    Demikian dulu ya.., nanti saatnya, saya akan tampilkan artikel CARA MENGHITUNG PEROLEHAN KURSI DPRD (PROV/KAB/KOTA) UNTUK PEMILU 2009 serta simulasinya.

    (saat ini saya masih mencari data pemilu 2004 untuk dprd prov/kab/kota sebagai bahan untuk simulasi…barangkali kamu punya bisa dibagi (dicopy) ya.., saya punya teman (pengurus partai) yang punya tapi dia ga mau kasih alias ga mau berbagi euy…, padahal salah satu fungsi partai kan memfasilitasi pendidikan politik kepada publik, benar ga ???)

  9. antok says:

    minta alamat emailnya dong…saya minta tolong gmana caranya menghitung kursi DPRD Provinsi ..untuk contoh saya pingin kirimkan data perolehan suara Pemilu 2004 DPRD Provinsi Daerah Pemilihan Sleman..Trims.

    Update :
    maksudnya DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Dapil Sleman (Yogyakarta 4) saya ada datanya dari KPUD DIY.

    ijrsh : @antok
    Salam Kenal sebelumnya Mas Antok …
    Alamat email saya : radja_indra@yahoo.com atau raja.rajagukguk@gmail.com
    Saya akan paparkan cara perhitungan untuk pemilu DPRD Provinsi (Provinsi DIY-Dapil DIY IV)
    Silahkan kirim datanya yang mencakup perolehan suara 24 parpol serta perolehan suara semua caleg dari 24 parpol pada Pemilu DPRD Provinsi – Dapil DIY IV di Pemilu 2004. Saya tunggu datanya…Mas, maturnuhun…

  10. antok says:

    Bung Indra….

    Saya udah kirimkan via email data perolehan suara Pemilu 2004 untuk DPRD Provinsi DIY dapil DIY IV Sleman..perincian suara partai dan masing-masing caleg secara keseluruhan…

    Bung Indra caleg juga??? meskipun beda Partai tapi kita berkawan dan sama2 saudaara sebangsa…dalam soal Pancasila dan NKRI sudah final …sekarang ini terjadi fenomena liberalisasi dan deparpolisasi, memang kondisi parpol kita masih jauh dari ideal, tapi itu adalah tugas kita untuk sama2 memperbaiki, karena jika kita percaya pada demokrasi maka instrumen demokrasi adalah partai politik, apakah adaa demokrasi tanpa partai politik????? kayaknya rujukan teori dan prakteknya di negara lain seluruh dunia gak ada… AS yang nenek moyangnya liberalisme juga ada parpol, Eropa juga demokrasi bertumpu pada parpol….RRC yang Komunis juga mengenal Partai meskipun partai tunggal…

    Trus pakar2 n pengamat yang gambar-gembor calon independen itu rujukan teori dan praksisnya dimanaaa??? buku yang dibaca apa??? referensi politik dimanaa????

    Oke kok malah nglantur… Saya tunggu informasinya ya…

    Merdeka !!!

    antok

    Update :
    bung Indra

    saya sudah kirimkan email tentng data perolehan suara Pemilu 2004 untuk DPRD Provinsi DIY (Dapel Sleman YOGYAKARTA 4)

    saya tunggu ya informasinya yang sangat berguna sekali untuk pengetahuan saya.. sukses selalu untuk bung indra…

    trims,

    antok

    ijrsh : @antok
    Berikut jawaban saya pada (sesuai urutan) nomor :
    1. Sebagaimana diatur dalam UU No. 10/2008 tentang Pemilu DPR, DPD & DPRD pada pasal 211 terkait PENETAPAN PEROLEHAN KURSI
    1) Perolehan kursi Partai Politik Peserta Pemilu untuk anggota DPRD provinsi ditetapkan dengan cara membagi jumlah perolehan suara sah yang telah ditetapkan oleh KPU provinsi dengan angka BPP DPRD di daerah pemilihan masingmasing.
    2) BPP DPRD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan cara membagi jumlah perolehan suara sah Partai Politik Peserta Pemilu untuk anggota DPRD provinsi dengan jumlah kursi anggota DPRD provinsi di daerah pemilihan masingmasing.
    3) Dalam hal masih terdapat sisa kursi setelah dialokasikan berdasarkan BPP DPRD, maka perolehan kursi Partai Politik Peserta Pemilu dilakukan dengan cara membagikan sisa kursi berdasarkan sisa suara terbanyak satu persatu sampai habis.

    Dengan demikian, maka Perhitungan kursi DPRD (Provinsi, demikian pula DPRD Kab/Kota) berlangsung 2 tahap :
    • Tahap I : Kursi akan diberikan kepada parpol yang memenuhi atau melebihi BPP, artinya bahwa perolehan suara parpol tersebut terbagi atau dapat dibagi dengan BPP
    • Bila masih ada sisa Kursi. Dilakukan Tahap II : sisa kursi dibagi habis kepada parpol – parpol berdasarkan rangking perolehan suara parpol. Misal tersisa 2 kursi, maka diambil dari parpol yang memiliki suara terbanyak (rangking parpol 2 besar)

    Untuk lebih rincinya, sudah saya susun artikel yang menjelaskan CARA PERHITUNGAN PEROLEHAN KURSI PEMILU DPRD (Provinsi & Kab/Kota) PEMILU 2009 & SIMULASI PEROLEHAN KURSI DPRD Provinsi D.I. Yogyakarta – Dapil Sleman/Yogyakarta 4 berdasarkan data kiriman Mas Antok.
    Untuk melihatnya klik disini

    2. Bung Indra Caleg Juga ???. Ini pribadi sekali, tetapi tidak apa – apa. Saya sudah menarik berkas pencalegan saya dari PDS, karena berbagai aspek pertimbangan (rasionalitas) serta dinamika di PDS sendiri dimana saya belum kuat/bisa menghadapinya terkait sistem pengambilan keputusan & konsepsi yang saya saksikan terlalu pragmatis dan mengabaikan kaidah-kaidah partai modern maupun partai kader, apalagi nilai-nilai kristiani yang penuh dengan kasih, dlsb. Saya memutuskan independen di 2009 dan akan membantu potensi – potensi muda yang tulus untuk menjadi wakil rakyat.

    3. Realita kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat kita masih jauh dari nilai-nilai toleransi, keseimbangan dan keserasian hidup, dengan demikian saya pikir Pancasila dan NKRI masih menjadi praksis kehidupan yang belum final atau tidak mau difinalkan oleh berbagai kelompok kepentingan. Ini berbahaya. Saya lihat parpol juga mengabaikan prinsip ini untuk sebuah kepentingan jangka pendeknya. Fenomena liberalisasi dan deparpolisasi, adalah fenome alami yang terjadi akibat dari kurang atau mandulnya parpol melakukan fungsi-fungsi parpol sebagaimana mestinya. Parpol tidak sekedar mengejar kekuasaan, tetapi juga sosialisasi dan pendidikan politik rakyat. Rakyat tidak akan menginginkan calon independen, kalo parpol selama ini memberi penyadaran politik yang memenuhi kebutuhan rakyat. Kedepan saya pikir, rakyat akan meninggalkan parpol – parpol yang tidak melakukan fungsi serta peran parpol sebagai pilar demokrasi secara utuh.

    4. Akibat dari tekanan rakyat melalui berbagai opini, dan disuarakan kalangan pengamat maupun kelompok penekan (LSM, Ormas, dlsb) serta DPR tak dapat membendung; sudah menjadi putusan MK; ketika akhirnya UU Pemda No. 32 tahun 2004 dilakukan revisi ke dua sehingga di bukanya jalur perseorangan dalam PILKADA. Inilah preseden yang akhirnya digulirkan untuk PILPRES, kita lihat saja apa putusan MK terhadap permohonan calon independen pilpres yang diajukan baru – baru ini.

  11. antok says:

    Bung Indra…

    wah banyak juga ya kawan2 kita yang muda dan punya idealisme turut berpartisipasi pada pemilu 2008..salam kenal buat nirmala dan lely, semoga sukses..

    saya juga mau tanya dengan bung Indra, kalo dibuat simulasi untuk Pemilu 2008 suara PDI Perjuangan di Daerah Pemilihan DIY 4 tersebut diasumsikan sama dengan pemilu 2004 ; dengan jumlah pemilih sekitar 768.000 suara sah 70% jumlah pemilih; maka PDIP dapat berapa kursi???

    saya Caleg DPRD Prov DIY Dapil Sleman (Yogyakarta 4) dari PDI Perjuangan Nomor urut 1 dalam DCS..mudah2an dalam DCT tidak berubah..jika dalam uji publik tidak ada masalah yang berkaitan dengan keabsahan caleg apakah bisa terjadi perubahan komposisi DCS – DCT ?

    Trims..sukses buat bung Indra..

    antok

    To Lely…
    mau tanya apa Partai Perserikatan Rakyat yang tidak lolos verifikasi itu partai Bung Syaiful Bahri aktivis LSM/NGO KPA dan Bina Desa..dia dulu kawanku waktu aku masih di aktivis mahasiswa..

    ijrsh : @antok
    Bila suara PDI Perjuangan di Daerah Pemilihan DIY IV tersebut diasumsikan sama dengan pemilu 2004 ; dengan jumlah pemilih sekitar 768.000, suara sah 70 % jumlah pemilih; maka PDIP dapat berapa kursi ???

    Pada Pemilu 2004 di dapil DIY IV untuk pemilu DPRD Provinsi Yogyakarta perolehan suara PDI Perjuangan sebesar 104.288.

    Sekarang diasumsikan DP4 sebesar 768.000, dan suara sah 70 %. Dengan demikian jumlah suara sah menjadi 537.600

    Dari data diatas maka didapatlah BPP menjadi (537.600) di bagi (16 kursi) = 33.600 suara.

    Melalui pembagian BPP (Perhitungan Tahap I), maka PDI Perjuangan mendapat 3 kursi, dan sisa suara (untuk perhitungan Tahap II) sebesar 3.488 suara. Apakah di Tahap II ini PDI Perjuangan mendapat 1 kursi ?, hal ini tergantung dari perolehan suara (dan atau sisa suara) 37 parpol lainnya serta berapa jumlah kursi yang masih tersisa.

    Karena keterbatasan waktu dan jarak, demikian yang bisa saya bagikan, kiranya bermanfaat kepada Mas Antok.., barangkali suatu waktu ke Bandung, kita bisa diskusi lebih mendalam. Sukses selalu, dan salam berbagi, ijrsh.

  12. [...] CARA PENGHITUNGAN PEROLEHAN KURSI DPR PADA PEMILU 2009 [...]

    ijrsh : @Masyarakat Nias di http://www.yaahowu.com/?p=779

    Salam kenal sebelumnya
    Di web anda dimuat 2 tulisan saya tentang Perhitungan Kursi DPR & DPRD…

    Untuk orisinalitas tulisan diatas dan pertanggungjawaban kaidahnya, mohon untuk dimuat nama penulis dari tulisan tersebut dan alamat sumbernya. Saya senang karya saya dimuat di web anda untuk pendidikan politik publik, kiranya redaksi yaahowu dapat memahami sehingga dibawah judul ditulis nama penulis (pengarang) berikut foto sebagaimana orisinil (asli) tampilan dalam blog ijrsh. Karena artikel yang dikutip 100 % dari content aslinya.

    Atas kerjasamanya, saya ucapkan terimakasih.

    Hormat Saya,
    Indra Jaya Rajagukguk, SH*
    *Penulis CARA PENGHITUNGAN PEROLEHAN KURSI DPR/DPRD PADA PEMILU 2009, dan
    CARA PERHITUNGAN PEROLEHAN KURSI PEMILU DPRD (Provinsi & Kab/Kota) PEMILU 2009 & SIMULASI PEROLEHAN KURSI DPRD”

    • asalam mualaikum wr,wb,,mohon di bantu info cara penghitungan perolehan kursi pemilu th 2014 ,,tuk wilaya kabupaten dan Kota…dan simulasi cara menghitung BPP dan penjelasannya,,makasih..salam dari caleg ppp

  13. Redaksi Yaahowu.com says:

    Salam kenal bang Indra

    Syalom, Horas, Yaahowu

    Terlebih dahulu mohon maaf yg sebesar-besarnya atas dimuatnya tulisan ijrsh di web http:/www.yaahowu.com Memang staf yaahowu telah menyebutkan sumber tulisan di akhir tulisan tapi sesuai dengan permintaan bang Indra telah ditempatkan dibawah judul serta foto bang Indra.

    Terima Kasih.
    Shalom dan GBU
    Ut omnes unum sint

    Redaksi yaahowu.com

    ijrsh : @Redaksi Yaahowu.com
    Syalom, Horas, Yaahowu

    Terimakasih atas pengertiannya…
    Karena ada juga tulisan saya yang dimuat di blog lain tanpa menyebut sumber, sehingga membingungkan pembaca terkait domain orisinalitas tulisan (bisa dikira saya yang mengutip dari blog lain, padahal saya penulis aslinya…hehe..)

    Ut omnes unum sint (sama2 gmki pula rupanya…alamak…!!!)
    Sekali lagi salam kenal…

    Sukses buat yaahowu.com – Media Informasi Masyarakat Nias
    Shalom & GBU too – ijrsh -

  14. bernhard siregar says:

    Shalom lae Indra. Sy bernhard siregar saat ini mau berjuang u/ ke Senayan sbg caleg PPRN (Partai Peduli Rakyat Nasional) dr Dapil Jabar 6 (Kota Bekasi dan Depok) No. Urut.1 (DCS). Bs tlng ksh pencerahan kpd sy demi suksesnya perjuangan ini he2.. Fyi, Th 2004 BPP skitar 230.000, u/ Pemilu 09 (6 kursi), DP4 skitar 2,2 juta. Tx. God bless

    ijrsh : @bernhard siregar
    Shalom dan salam kenal ya..

    Sebelumnya, mau klarifikasi dulu terkait kalimat berikut : ” Bs tlng ksh pencerahan kpd sy demi suksesnya perjuangan ini he2..”. Maksudnya ???

    Demikian, agar saya dapat memberi masukan yang sesuai dan yang diperlukan.

  15. bernhard siregar says:

    Mksdnya sy perlu informasi mslnya dapil jabar V pd pemilu 2004 apkh sama dengan dapil jabar VI pd pemilu 2009. Klu tdk sama bgmn kira2 perhitungan kursi dan simulasinya. Dan jg penjelasan lain yg sehubungan dgn itu. Tx

    ijrsh : @bernhard siregar
    Oh yang itu…baiklah saya sedang menyusun hasil analisa-nya. Karena kesibukan di kantor & organisasi sehingga belum sempat saya muat sekarang. Percayalah minggu2 ini akan saya tampilkan segera…, terkait :
    – Bagaimana dampak pergeseran/pengurangan dapil yang terjadi (sisi jumlah kursi dan peluangnya)
    – Partai & Caleg mana yang menjadi pesaing anda (sisi segmentasi)
    – Bagaimana Peta Politik di Kota Bekasi & Depok (Terkait Parpol kedepan) serta karakteristik pemilih di daerah tersebut.

    Sabar ya lae, soalnya saya sendiri yang ngebangun blog ini, mulai dari cari data, analisa, mendisain, memuat postingan, dlsb. Belum ada asisten (alias ga mampu bayar, ini juga saya sudah nombok besar…, hehe. Ga apa2…yang penting saya bisa melayani/berkontribusi semampu, sebisa & sekuat daya saya memberi pendidikan politik publik terkait pemilu 2009)

    Terimakasih untuk pengertiannya/kesabaranya menunggu..

  16. panam says:

    lae indra jaya
    tolong kalo ada data caleg tuk padang lawas utara dapil 4 di tampilin dong. kita mau lihat caleg yang mau kita pilih nantinya yang benar2 bersih dan berwibawa.
    thks

    Update :
    padang lawas utara itu merupakan salah satu pemekaran kabupaten dari tapanuli selatan

    ijrsh : @panam
    Ok lae…

    Kalo saya sudah mendapatkan data para caleg Padang Lawas Utara dapil 4, akan saya tampilkan di weblog ini…

    Namun bila ternyata lae yang memiliki datanya duluan…kirimkanlah ke saya…biar segera saya muat.

    Barangkali data para caleg tersebut berguna informasinya bagi masyarakat di dapil ybs dan atau bagi masyarakat perantau asal Padang Lawas Utara dimanapun mereka berada (hitung2 memberi referensi pilihan kepada sanak keluarga di kampungnya).

    Karena memang pemilih terbesar adalah pemilih mengambang. Kita minimalisirlah pemilih mengambang ini, karena inilah penyebab terjadinya “beli kucing dalam karung”.

    Terimakasih sebelumnya…
    dan terimakasih pula sudah berkunjung di blog ini serta memberi banyak komentar yang kritis, konstruktif bagi perbaikan & pendidikan politik publik
    Akhirnya, Salam berbagi-ijrsh

  17. ini info yg saya cari2. Coz baca UU-nya langsung tanpa ada penjelasan berupa simulasi data, cuma bikin puyeng aja euy :P

    Btw, yg sampai sekarang saya belum ketemu tuh alokasi kursi DPR untuk tiap2 dapil. Kira2 datanya ada di mana ya? website KPU hari ini down terus nih :(

    salam kenal and thnx atas bantuannya

    ijrsh : @metallurgistguy

    Buka saja (blog ijrsh) di halaman Pemilu 2009 huruf E (untuk daerah Jabar), mau lihat se-Indonesia lihat di lampiran UU Pemilu (No. 10/2008) silahkan buka di huruf A poin 4, open/download saja UU No. 10 tahun 2008.

    Demikian dulu, terimakasih sudah berkunjung ke blog ini, salam kenal & salam berbagi-ijrsh

  18. Siang lae Indra,
    Kelihatannya sibuk banget nih sampai masukan/tulisan untuk saya belum juga sempat dimuat he2… Ok, nanti klu ksibukan lae sdh agak longgar sj, krn saya butuh sekali pandangan/analisanya. Tx n God bless

    ijrsh : @bernhard siregar
    Mohon pengertiannya lae, karena banyak sekali caleg minta hal yang sama kesaya, belum lagi profil kiriman caleg yang minta dimuat, sedang saya edit dan layout, banyak keteteran juga; sampai subuh trus tidurnya…

    Kalo lae mau cepat by phone saja, lihat di TAMU no kontak saya.

  19. Ok, tidak apa-apa lae. nanti setelah waktunya agak longgar saja. Tx

  20. tbe says:

    ini adalah hasil riset saya .

    diantara partai-partai politik yang sudah terdaftar untuk mencalonkan anggota DPR-RI ,, ternyata partai-partai yang dominan adalah partai golkar untuk daerah VI tapi ada partai baru yang memotivasi saya untuk mengikuti alur politik , yaitu PKNU

  21. tbe says:

    ini adalah hasil riset saya .

    diantara partai-partai politik yang sudah terdaftar untuk mencalonkan anggota DPR-RI ,, ternyata partai-partai yang dominan adalah partai golkar untuk daerah VI tapi ada partai baru yang memotivasi saya untuk mengikuti alur politik , yaitu PKNU saya siap untuk menjadi pendorong/partisapant pemilu 2009 untuk partai yang satu ini >.>.

    orang cerdas akan kalah dengan orang yang merencanakan sesuatu tapi apabila dia mengingat ALLAH maka ia akan dilindungi . .

  22. Salam kasih.
    Horas Lae,
    Saya mau tanya caranya,untuk mengetahui nama calon tetap untuk DPR,DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten,Kota se Indonesia,dari situs mana saya bisa mendapatkannya.Terimakasih atas pertolongannya.Salam kasih buat seluruh keluarga GMKI.

  23. Ahmad Nasyirul Ulum says:

    Maaf…klo utk DPRD gmn? apakah sama?

    secara mudahnya, kira2 brp ribu suara yg harus diperoleh utk bisa memperoleh kursi caleg.

    thx a lot

    ijrsh :@Ahmad Nasyirul Ulum
    Silahkan buka artikelnya sudah tersedia kok, gunakan saja search engin pada sidebar
    Salam kenal…

  24. Kustalani SH says:

    Horas bah !!!

    mohon maaf bang menurut saya perhitungan abang salah dalam menentukan BPP. Abang menentukan partai PT – partai non PT : kursi yg tersedia di suatu Dapil.
    Harusnya ; jumlah seluruh suara partai politik peserta pemilu – partai non PT : jumlah kursi yg tersedia di suatu Dapil.
    begitu menurut pasal 203 (2) UU No.10 Tahun 2008.
    saya ada nulis juga pake simulasi Dapil Sumsel I idenya ngintip tulisan abang juga . terus abang salah nulis juga pasal pada Tahap I ,Tahap II perhitungan kursi bukan pasal 207 tapi pasal 205 (3), 205 (4). terima kasih bang salam persahabatan dari saya orang palembang.

    kalau abang mau lihat tulisan saya silakan lihat di koestalani.blogspot.com.

    ijrsh :@Kustalani SH
    Terimakasih untuk infonya bung..nanti coba saya cek dulu n ralat ya

  25. aenulyakin says:

    salam…..blog yang bagus….moga sukses selalu

  26. parulian says:

    Pak penghitungan suara utk DPRD/K kan menurut suara terbanyak , tapi andai kata nomor urut 1 dpt 1 kursi apakah no urt yg di bwhnya hilang ,atau kalau tdk satu pun dpt 30% poin satu dari sembilan caleg ,dan terjadi penggabunga ,dan dpt 2 kursi itu jatuhnya ke no brapa?
    Pak kan masih ada perpu untuk menjelskn itu lagi ?
    Wassalam

    ijrsh : @parulian
    Artikel diatas dibuat sekitar Juli 2008, memang sudah tidak update lg dgn putusan MK. Salam kenal…

  27. Adhe Quthb says:

    salam kenal, trims infonya mas…

  28. Bagaimana penghitungan dengan Quick Count, hasilnya ?
    Demiian trim kasih

  29. Bagaimana penghitungan dengan Quick Count, hasilnya ?
    Demikian trim kasih

  30. AGUS says:

    ga capek kah buat blog kayak gini , lagian ga’ ada konten bisnis

  31. Cindy says:

    Mas…
    mau tanya niech…
    gimana dengan revisi UU no 10 yang sekarang ini “KATANYA” mau diberlakukan?
    sebenarnya sekarang tuh gimana ci??
    maturnuwun yaw mas…
    maklumlah…
    saya tuch masih pemula sie..
    mau banyak belajar…

    ijrsh : @Cindy
    iya bingung juga ni liat sistem pemilu 2009 ini, aturanya yg berubah2, dlsbnya…sampai2 cetro dgn kpu hasil perhitungan perolehan kursinya bisa beda-beda, kita liat perkembangan sajalah dulu…

  32. nur efri says:

    , terima kasih sekali mas…info nya sangat berguna bagi saya..oh ya maaf juga komentar sebelumnya salah ketik…!!!!hehehehe

  33. Pandi says:

    Terimakasih saya mendapat pengetahuan mengenai tata cara perolehan kursi legislatif.

Berpartisipasi Untuk INDONESIA 2014 Yang Lebih Baik

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

← Rekam Jejak Politisi Indonesia

KLIK DISINI 560 CALEG TERPILIH PEMILU 2014 ANGGOTA DPR R.I.

Anggota DPR R.I. 2009-2014

Anggota DPD R.I. 2009-2014

Berdasarkan IP address, dlsb; tiap tindakan Anda tunduk terhadap hukum. Patuhilah NETIKET agar anda direspon publik secara positif. Kenali seluruh caleg di setiap dapil. Klik Indonesia, lalu klik Kab/Kotamu. Perhatikan seluruh wajah calegmu. Klik FOTO (halaman caleg) atau klik BIOCALEG (Riwayat Hidup Caleg). Berkomentarlah (TESTIMONI) atau berikan rekomendasi (RATE THIS) caleg layak coblos klik jempol atas.

Statistik Blog by WP & Google

  • 1,030,624 hits by public, voters, candidates & campaign team
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,144 other followers

%d bloggers like this: