Home » ijrsh'S HOT TIPS » Cara Penghitungan dan Simulasi Kursi DPRD

Cara Penghitungan dan Simulasi Kursi DPRD

Jangan pilih kucing dalam karung. Pertanyaanya: "ada ga kucingnya?". Silahkan googling nama para caleg, lalu copaskanlah hasil pencarianmu pada halaman para caleg tersebut. Komentar dan TESTIMONI berupa Kesaksian Rekam Jejak Caleg akan sangat berguna serta dapat menjadi petunjuk bagi para pemilih yang buta caleg maupun parpol. Komentar disertai Promo dan atau HP, Email adalahSPAM (terblokir).

Komentar - Komentar Terblokir

Statistic Content & Rating Caleg

PENDIDIKAN POLITIK PUBLIK

 

a.PENDAHULUAN

Payung hukum pemilu 2009 adalah UU No. 10 Tahun 2008 (kita sebut saja UU 10/2008) tentang Pemilu DPR, DPD, DPRD Provinsi &DPRD Kab/Kota. KPU sebagai penyelenggara (panitia) pemilu hanya akan berpedoman kepada UU tersebut. KPU oleh UU 10/2008 itupun diberi kewenangan untuk mengatur teknis dan atau menjabarkan berbagai ketentuan pelaksanaan teknis dalam bentuk Peraturan KPU. Dengan demikian maka berbagai pandangan maupun penjelasan tentang pemilu 2009 haruslah berlandaskan UU 10/2008. Begitu pula dengan tulisan/artikel ini, penguraiannya mengacu kepada UU 10/2008.

Ini perlu ditegaskan, mengingat adanya wacana revisi UU 10/2008 sebagai ekses dari wacana maupun gerakan ”sistem suara terbanyak”

oleh beberapa partai politik (parpol) dan berbagai kalangan untuk menentukan calon legislatif (caleg) terpilih pada pemilu legislatif 2009.

b.KETENTUAN PERHITUNGAN PEROLEHAN KURSI DPRD

Sebagaimana Pemilu DPR RI, caleg terpilih adalah caleg yang berasal dari parpol-parpol yang lolos 2,5 % PT (Parliament Threshold).Ketentuan 2,5 % PT ini tidak berlaku untuk Pemilu DPRD (Provinsi & Kab/Kota), dengan demikian kompetisi memperebutkan kursi DPRD akan menjadi lebih terbuka bagi caleg yang berasal dari partai kecil maupun partai baru. Ini berarti Pemilu DPRD menjadi semakin kompetitif diantara para caleg yang berasal dari ke-38 Parpol (kecuali di NAD, ditambah 6 parpol lokal).

Bagan 1 (Parpol Lokal NAD)

Bagan 1 (Parpol Lokal NAD)

Perolehan suara pemilu legislatif terdiri atas perolehan suara parpol dan perolehan suara caleg. Artinya di suatu daerah pemilihan (dapil) akan terdapat perolehan suara parpol yang berasal dari perolehan suara masing-masing caleg parpol tersebut. Bilangan pembagi pemilihan (BPP), secara umum dapat diartikan sebagai harga satu buah kursi. BPP suatu dapildiperoleh dari pembagian jumlah suara sah dengan alokasi jumlah kursi di suatu dapil.

Untuk menentukan perolehan kursi DPRD (Provinsi & Kab/Kota), maka terlebih dahulu diketahui jumlah suara per parpol, selanjutnya kursi dibagikan kepada parpol yangterbagi atas BPP; yaitu parpol yang mencapai atau melebbihi BPP (kita sebut saja Parpol BPP). Bila terdapat sisa kursi, maka sisa kursi akan dihabiskan dengan cara membagikan sisa kursi kepada parpol-parpol (baik parpol BPP maupun parpol non BPP) dengan mengurutkan suara atau sisa suara parpol – parpol tersebut berdasarkan sistem rangking.

Dengan demikian, tahapan perhitungan perolehan kursi parpol pada Pemilu DPRD (Provinsi & Kab/Kota) terdiri atas 2 (dua) tahap, yakni sistem BPP (Tahap I) dan sistem rangking (Tahap II, bila terdapat sisa kursi).

Contoh sederhana :

Misalkan di dapil A, Berdasarkan Penetapan KPUD alokasi jumlah kursi sebanyak 10 kursi dan jumlah Daftar Pemilih (DP4) 1.200.000 orang.

Pertanyaan : Berapa BPP-nya? dan bagaimana pembagian kursinya ?

Bila pada hari pemilihan yang datang ke TPS hanyalah 1.050.000 orang, dan jumlah suara yang dinyatakan sah sebesar 1.000.000, jumlah suara tidak sah 50.000 (karena salah dalam hal pencentangan, dll). maka BPP-nya adalah 1.000.000 (suara sah)dibagi 10 (kursi), sehingga diperolehlah besaran BPP sebesar 100.000 suara.

Selanjutnya kursi terlebih dahulu dialokasikan kepada parpol yang mencapai perolehan suara 100.000 keatas (Parpol BPP). Katakanlah yang tergolong Parpol BPP hanya 6 dari 38 parpol, serta masing-masing memperoleh 1 Kursi. Sehingga terdapat sisa 4 Kursi, selanjutnya sisa kursi akan dibagi habis kepada parpol – parpol (Baik parpol BPP maupun Parpol Non BPP) berdasarkan urutan perolehan suara terbesar (sistem rangking).

c.KETENTUAN CALEG TERPILIH

Berdasarkan ketentuan pasal 214 UU 10/2008 caleg terpilih adalah caleg yang memperoleh sekurang-kurangnya 30 % BPP. Bila terdapat berbagai variasi antara jumlah caleg yang memperoleh sekurang-kurangnya 30 % BPP dengan jumlah kursi disuatu parpol, maka caleg terpilih akan ditentukan berdasarkan nomor urut.

Bagan 2 (Pasal 214 UU 10/2008)

Bagan 2 (Pasal 214 UU 10/2008)

d.SIMULASI

Untuk mudahnya memahami penjelasan diatas, berikut akan dilakukan simulasi perolehan kursi parpol dan caleg terpilih Pemilu DPRD Provinsi berdasarkan UU 10/2008. Simulasi ini menggunakan data pemilu 2004 untuk Pemilu DPRD Yogyakarta dengan daerah pemilihan (dapil) Yogyakarta IV; yang meliputi Kabupaten Sleman.

NB :

  • data dikirimkan ke ijrsh oleh Sdr. Antok by email, sebelumnya terimakasih sekali untuk Mas Antok di Sleman yang telah berbagi data (sukses menjadi caleg PDIP untuk Pemilu DPRD Provinsi Yogyakarta Dapil Yogyakarta IV..lho kok jadi kampanye..hehe…)
  • Cara dan tahapan perolehan kursi parpol dan caleg terpilih Pemilu DPRD Provinsi sama dengan Pemilu DPRD Kab/Kota, jadi simulasi ini dapat menggambarkan cara dan tahapan pemilu DPRD Kab/Kota juga.
Bagan 3 (Data Pemilu DPRD Yogyakarta - Dapil Yogyakarta IV)

Bagan 3 (Data Pemilu DPRD Yogyakarta – Dapil Yogyakarta IV)

I.Perolehan Suara Parpol

Berikut Perolehan suara Parpol Pemilu DPRD Provinsi Yogyakarta 2004 di Dapil Yogyakarta IV (Kabupaten Sleman) :

Bagan 4 (Perolehan Suara 24 Parpol di Pemilu DPRD Yogyakarta - Dapil Yogyakarta IV)

Bagan 4 (Perolehan Suara 24 Parpol di Pemilu DPRD Yogyakarta – Dapil Yogyakarta IV)

Dari 24 parpol diatas, terdapat parpol BPP yaitu parpol – parpol yang mencapai dan atau melampaui BPP sehingga dapat terbagi oleh BPP sebanyak 5 parpol (PAN, PKB, PKS, PDIP dan Golkar)

II.Perolehan Kursi Parpol

BPP Pemilu DPRD Provinsi Yogyakarta 2004 di Dapil Yogyakarta IV (Kabupaten Sleman)adalah (sura sah) dibagi (alokasi kursi) =(470.367) / (16) =29.398. Ini berarti harga 1 kursi di dapil tersebut sebesar 29.398 suara.

Berdasarkan BPP ini selanjutnya ditentukan parpol yang terbagi atas BPP. Berikut rincianjumlah perolehan kursi berdasarkan kumulasi BPP :

Bagan 5 (Jumlah Kursi Berdasarkan Kumulasi BPP)

Bagan 5 (Jumlah Kursi Berdasarkan Kumulasi BPP)

a. TAHAP I

Berdasarkan perolehan suara parpol terdapat 5 parpol yang memenuhi/mencapai atau terbagi BPP, maka dapat ditentukan perolehan kursinya berdasarkan pembagian BPP (atau sesuai bagan diatas) sebagai berikut :

Bagan 6 (Perhitungan Perolehan Kursi Tahap I)

Bagan 6 (Perhitungan Perolehan Kursi Tahap I)

Ket. : angka sisa suara (11.022) diperoleh dari sisa antara suara sah parpol (99.216) dengan perolehan suara parpol terbagi BPP (88.194), demikian seterusnya.

b. TAHAP II

Dari Perhitungan Tahap I, diperolehlah 10 Kursi. Dengan demikian masih terdapat sisa kursi sejumlah 6 Kursi. Ke-6 kursi ini dibagi habis kepada parpol-parpol berdasarkan urutaan perolehan suara parpol terbanyak (rangking). Maka dilakukan penghitungan Tahap II berdasarkan sistem rangking, hasilnya sebagai berikut :

Bagan 7 (Perhitungan Perolehan Kursi Tahap II)

Bagan 7 (Perhitungan Perolehan Kursi Tahap II)

Maka Berdasarkan Tahapan perhitungan diatas (Tahap I & II) maka ke-16 Kursi DPRD Provinsi DI. Yogyakartadi Dapil Yogyakarta IV (Kabupaten Sleman) terbagi kepada :

Bagan 8 (Perolehan 16 Kursi Kepada Parpol)

Bagan 8 (Perolehan 16 Kursi Kepada Parpol)

III.Caleg Terpilih

Caleg Terpilih berasal dari caleg parpol – parpol yang mendapatkan kursi. Berdasarkan ketentuan pasal 214 UU 10/2008 caleg terpilih adalah caleg yang memperoleh sekurang-kurangnya 30 % BPP. Bila terdapat berbagai variasi antara jumlah caleg yang memperoleh sekurang-kurangnya 30 % BPP dengan jumlah kursi disuatu parpol, maka caleg terpilih akan ditentukan berdasarkan nomor urut terkecil.

Perhatikan kembali Bagan 2 (Pasal 214 UU 10/2008) berikut :

Bagan 2 (Pasal 214 UU 10/2008)

Bagan 2 (Pasal 214 UU 10/2008)

Sekarang kita cek daftar caleg dari ke – 8 Parpol Tersebut, sebagai berikut :

(klik bagan/gambar lalu zoom agar lebih jelas)

Bagan 9 (Daftar Caleg dan Perolehan Suara Parpol & Caleg dari 8 Parpol Peraih Kursi)

Bagan 9 (Daftar Caleg dan Perolehan Suara Parpol & Caleg dari 8 Parpol Peraih Kursi)

 

Ket :

  • V= Caleg yang mencapai sekurang-kurangnya 30 % BPP (caleg 30 %)
  • ×= Caleg yang tidak mencapai sekurang-kurangnya 30 % BPP

Berikut daftar 16 caleg terpilih :

Bagan 10 (Daftar 16 Caleg Terpilih)

Bagan 10 (Daftar 16 Caleg Terpilih)

Dari hasil simulasi ini didapatkan hanya 37,5 % caleg terpilih yang memenuhi sekurang-kurangnya 30 % BPP, selebihnya 62,5 % terpilih karena berada di nomor urut kecil pada daftar caleg.

e. KESIMPULAN

Dari uraian cara perhitungan kursi pemilu DPRD (Provinsi dan Kab/Kota) Pemilu 2009 serta simulasi yang dilakukan maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

  • Sepanjang tidak ada revisi UU 10/2008, maka ”sistem suara terbanyak” oleh berbagai parpol dalam pencalegan akan mendapat kendala dari KPU untuk menetapkan caleg terpilih
  • Kompetisi memperebutkan kursi DPRD akan menjadi lebih terbuka dan kompetitif diantara caleg – caleg dari 38 Parpol, karena tidak berlakunya ketentuan 2,5 % PT untuk Pemilu DPRD Provinsi dan DPRD Kab/Kota.
  • Tahapan perhitungan perolehan kursi parpol pada Pemilu DPRD (Provinsi & Kab/Kota) terdiri atas 2 (dua) tahap, yakni sistem BPP (Tahap I) & sistem rangking (Tahap II) bila terdapat sisa kursi).
  • Berdasarkan ketentuan pasal 214 UU 10/2008 caleg terpilih adalah caleg yang memperoleh sekurang-kurangnya 30 % BPP. Bila terdapat berbagai variasi antara jumlah caleg yang memperoleh sekurang-kurangnya 30 % BPP dengan jumlah kursi disuatu parpol, maka caleg terpilih akan ditentukan berdasarkan nomor urut terkecil.
  • Bahwa berdasarkan data pemilu 2004, seorang caleg sangat sulit mencapai sekurang-kurangnya 30 % BPP, dengan demikian sistem nomor urut masih akan menjadi penentu untuk terpilihnya seseorang menjadi caleg pada pemilu 2009.

UNTUK PERTANYAAN TERKAIT ARTIKEL INI, SILAHKAN ANDA MUAT DI KOLOM KONSULTASI KLIK DISINI

UNTUK KOMENTAR ANDA, SILAHKAN DITULIS DI KOLOM TINGGALKAN KOMENTAR DIBAWAH INI, TERIMAKASIH.

Kiranya Tulisan ini bermanfaat

19 Sept. 2008, Salam Berbagi-IJRSH.

Direktur Cross Institute – Bandung

 

UPDATE Cara Perhitungan Kursi & Simulasi Pemilu Legislatif

Berlaku sejak Selasa, 23 Desember 2008, MK membatalkan ketentuan Penetapan Caleg Terpilih Pemilu 2009 berdasarkan sistem 30% BPP dan atau Sistem Nomor Urut sebagaimana yang diatur dalam Pasal214 poin a, b, c, d, dan e. Selanjutnya MK menetapkan Sistem Suara Terbanyak untuk menentukan calon legislatif terpilih di pemilu 2009 pada semua tingkatan (DPR, DPRD Provinsi & DPRD Kab/Kota).

Detail klik disini DETAIL KLIK DISINI Detail klik disini

Senang sekali berkenalan dengan anda

KLIK melihat atau isi daftar tamu

KENALI CALEG PILIHANMU 

ijrsh, live to share

       Bacaan Terkait/Aplikasi Pemilu 2014:

number of visitors 

Free Hit Counters


17 Comments

  1. [...] CARA PERHITUNGAN PEROLEHAN KURSI PEMILU DPRD (Provinsi & Kab/Kota) PEMILU 2009 & SIMULASI PE… [...]

  2. ijrsh says:

    @Masyarakat Nias di http://www.yaahowu.com/?p=779

    Salam kenal sebelumnya
    Di web anda dimuat 2 tulisan saya tentang Perhitungan Kursi DPR & DPRD…

    Untuk orisinalitas tulisan diatas dan pertanggungjawaban kaidahnya, mohon untuk dimuat nama penulis dari tulisan tersebut dan alamat sumbernya. Saya senang karya saya dimuat di web anda untuk pendidikan politik publik, kiranya redaksi yaahowu dapat memahami sehingga dibawah judul ditulis nama penulis (pengarang) berikut foto sebagaimana orisinil (asli) tampilan dalam blog ijrsh. Karena artikel yang dikutip 100 % dari content aslinya.

    Atas kerjasamanya, saya ucapkan terimakasih.

    Hormat Saya,
    Indra Jaya Rajagukguk, SH*
    *Penulis CARA PENGHITUNGAN PEROLEHAN KURSI DPR/DPRD PADA PEMILU 2009, dan
    CARA PERHITUNGAN PEROLEHAN KURSI PEMILU DPRD (Provinsi & Kab/Kota) PEMILU 2009 & SIMULASI PEROLEHAN KURSI DPRD”

  3. j46rix says:

    Partainya Si Bagus Boo, Programnya Okey Juga, Visi Misi ? Okey lah. Tapi tolong usulkan UU yang dapat menyeleksi Caleg berhati busukkkkk biar setelah duduk benar-benar mewakili rakyat. okey ?

  4. iwan says:

    buat partai ini, sebenarnya ada harapan yang cerah bagi bangsa ini, khususnya para pekerja dan pengusaha yang selama ini menjadi salah satu fondasi negara ini dalam menopang kondisi ekonomi, hadirnya partai ini membuka peluang besar bagi para pekerja dan pengusaha dalam mengaktualisasikan aspirasinya pada suatu lembaga atau wadah yang bernama PPPI, tapi sayangnya saja itu tidak bakalan terjadi dalam beberapa tahun ini dikarenakan partai belum terlalu mapan dalam bentuk struktural dan pengawasannya, apabila kedua ini bisa dilakukan dengan maksimal saya rasa partai ini akan menjadi slh satu partai besar di indonesia karena konstituennya jelas…maka dari itu partai ini harus berbenah, khususnya dalam menerapkan pola rekruitmen caleg dimana tidak ada proses calo (bayar membayar sebagai jaminan menjadi caleg) yang dilakukan oleh pihak partai di provinsi, kbupaten/kota.

  5. ijrsh says:

    @iwan
    Salam kenal…

    komentar salah tempat akan saya pindahkan segera di Profil PPPI (NB : saya segera hapus komentar diatas karena tdk relevan dgn topik tulisan-UPDATE)

    Terimaksih sebelumnya

  6. [...] CARA PERHITUNGAN PEROLEHAN KURSI PEMILU DPRD (Provinsi & Kab/Kota) PEMILU 2009 & SIMULASI PE… a. PENDAHULUAN Payung hukum pemilu 2009 adalah UU No. 10 Tahun 2008 (kita sebut saja UU 10/2008) tentang Pemilu DPR, DPD, DPRD Provinsi & DPRD Kab/Kota. KPU sebagai penyelenggara (panitia) pemilu hanya akan berpedoman kepada UU tersebut. KPU oleh UU 10/2008 itupun diberi kewenangan untuk mengatur teknis dan atau menjabarkan berbagai ketentuan pelaksanaan teknis dalam bentuk Peraturan KPU. Dengan demikian maka berbagai pandangan maupun penjelasan tentang pemilu 2009 haruslah berlandaskan UU 10/2008. Begitu pula dengan tulisan/artikel ini, penguraiannya mengacu kepada UU 10/2008. [...]

  7. suwardi says:

    lam kenal…bagus banget infonya,mf td sy copy buat refernesi. tks banyak

  8. Sanjaya says:

    Thanks bang, aku copy cara perhitungannya.
    Maju terus Indonesiaku,
    Bersatu Maju untuk Indonesiaku

    Salam Pelopor – Kaltim

  9. ijrsh says:

    @suwardi & Sanjaya
    Silahkan dicopy untuk pendidikan politik publik. Bila hendak dipublikasikan, mohon sebutkan nama penulis dan url (alamat situs) pengarang demi aspek orisinalitas.

    Tidak seperti contoh dibawah ini (silahkan klik) :

    http://www.unisla.ac.id/doc/Artikel%20Penyelenggaraan%20Pemilu.pdf

    or

    http://www.unisla.ac.id/content/view/102/9/

    Diakhir artikel tertulis

    Penulis ; HUSEN, S. Ag. (Pendaftar Calon Anggota KPU Kabupaten Lamongan)

    dengan isi artikel yang maen comot dan bagan yang di permak2 sama dia. Ga tau apa benar dia calon KPU Kab. Lamongan.

    Bila benar dan dia terpilih menjadi anggota KPU Kab. Lamongan, maka kasihan rakyat…

  10. ahmad says:

    kalo ada parpol dapat satu kursi terus caleg nomor 1 dapet suara 23.000 (sudah 30% bpp) tapi caleg nomor 5 dapet 26.000 suara(sudah 30% bpp) yang mana yang akan dapet kursi? terima kasih sebelumnya karena berkat pendidikan politik dari bapak saya dapat memahami dan tertarik menjadi seorang voter pada pemilu nanti

  11. Nyoman Sudarsana says:

    its oke. bagus selamat bertugas. sukses buat semua

    bravooooo

  12. Hidayat says:

    Salam kenal untuk semuanya….

    Terima kasih saya haturkan atas pemuatan artikel ini yang telah menambah wawasan politik kepada saya khususnya, sehingga saya bisa berbagi kepada orang-orang yang disekitar saya yang belum tahu dan minim info, apalagi ditambah dengan kabar-kabar yang sepertinya membuat mereka bingung. Dengan penjelasan seperti ini setidaknya kami bisa menghitung dan tahu siapa-siapa caleg yang bakalan duduk di DPRD dari Dapil kami.
    Sekali lagi terima kasih…

    Salam

  13. Leonardo says:

    salam.
    saya akn mencerikan kasus yang hampir sama yang terjadi di dapil4 yogyakarta.sekarang yang terjadi di sebuah kabupaten pemekaran di provinsi KEPRI yaitu kabupaten Anambas.
    PERTANYAAN…!!!!!!!!
    1). Ada salah seorang caleg dari partai X mendapat kan perolehan suara sekitar 900 jiwa untuk DPRD kabupaten suara yang sah.
    penduduk di kabupaten anambas itu sekitar 14.000 jiwa,20kursi.apakah partai x bisa untuk menduduki di DPRD kabupaten tersebut????( Partai kecil/Baru )
    2). Apakah mungkin dari partai Y yang karna udah menduduki 2 kursi bisa menambahkan 1 kursi lg tanpa menggunakan TAHAP I dan TAHAP II….????

  14. Leonardo says:

    Saya mohon dengan sekiranya bapak bisa untuk membantu saya memecahkan masalah yang seperti ini…..?????
    salam Putra Anambas KEPRI

  15. Kallam Werty says:

    Saya bingung tentang hasil pemilu di Kabupaten Kapuas, bisa anda lihat di http://www.kapuaskab.go.id
    Ada parpol yang dapat 6.000 an suara dapat jatah 1 kursi sama dengan parpol yang hanya dapat 1.000 an suara.
    Bagaimana penjelasan anda?

    ijrsh :@Kallam Werty
    Hal tsb dapat terjadi krn terdapat sisa kursi. Tahapan (ketiga) pembagian kursi sisa tersebut diambil dari parpol rangking tertinggi diantara keseluruhan parpol.

Berpartisipasi Untuk INDONESIA 2014 Yang Lebih Baik

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

← Rekam Jejak Politisi Indonesia

KLIK DISINI 560 CALEG TERPILIH PEMILU 2014 ANGGOTA DPR R.I.

Anggota DPR R.I. 2009-2014

Anggota DPD R.I. 2009-2014

Berdasarkan IP address, dlsb; tiap tindakan Anda tunduk terhadap hukum. Patuhilah NETIKET agar anda direspon publik secara positif. Kenali seluruh caleg di setiap dapil. Klik Indonesia, lalu klik Kab/Kotamu. Perhatikan seluruh wajah calegmu. Klik FOTO (halaman caleg) atau klik BIOCALEG (Riwayat Hidup Caleg). Berkomentarlah (TESTIMONI) atau berikan rekomendasi (RATE THIS) caleg layak coblos klik jempol atas.

Statistik Blog by WP & Google

  • 1,022,181 hits by public, voters, candidates & campaign team
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,142 other followers

%d bloggers like this: